Senin, 25 November 2013

fiktif


Cerita ini hanya fiktif belaka, tidak ada sangkut pautnya dengan penulis.
Pernahkah kamu menyukai orang secara diam-diam ?? kapan kamu mempunyai perasaan tersebut ??
berapa lama kamu menyimpannya ?? apa kamu mengungkapkannya pada si dia ??
apakah cintamu tersampaikan ?? apa dia menjadi milikmu ??
tak dapat dipungkiri, aku pun pernah mengalaminya, dulu ketika aku kelas 3 SD aku memiliki perasaan yg sulit aku mengerti aku tidak tahu nama perasaan itu apa, yg jelas aku sangat menyukai seseorang. Dia kakak tingkatku inisialnya T. aku dan dia beda 1 tingkat, setiap kali bertemu dengannya aku merasa malu dan selalu salah tingkah. aku selalu ingin berpenampilan menarik di depannya. Tapi perasaan tersebut hanya aku pendam tak pernah tersampaikan hingga akhirnya dia lulus SD.
Ketika SMP aku juga satu sekolahan dengannya, perasaan itu belum juga hilang dan aku terus memendamnya, hingga aku tahu dia tlah memiliki pacar, hati aku sakiit banget namun apa daya, aku tetap menyukainya. kadang aku protes pada diriku mengapa aku harus suka pada orang yg sedikitpun tak menyukaiku. Aku terus menyukainya hingga dia lulus SMP dan melanjutkan sekolah di MAN.
Ketika aku kelas 3 SMP, adiknya yg kelas 2 SMP nembak aku, oh tuhan aku menyukai kakaknya sudah 6 tahun namun yang nembak malah adiknya.
Aku tidak menerima cinta adiknya, aku gak suka berondong. Setelah dia nembak aku, aku jadi menjauhinya bukan karena benci namun aku jadi malu, dia pun begitu.
Ketika kelas 3 SMP aku juga menyukai teman sekelasku, inisialnya S seperti biasa aku hanya memendamnya dan seperti biasa perasaan suka itu bertepuk sebelah tangan, namun aku bahagia karena dia adalah teman cowok yg sangat akrab denganku, bahkan dia sering main ke rumahku. Hal yg paling berkesan adalah disaat dia menjadi pasanganku ketika upacara adat perpisahan, dia menjadi pengantin pria dan aku menjadi pengantin wanitanya, aku juga masih ingat ketika dia memasangkan mahkota di kepalaku. Namun perasaan suka itu hilang seiring berjalannya waktu, meski kini dia sering menelpon dan bilang suka sama aku, namun aku tak menggubrisnya karena aku menganggapnya sebuah candaan belaka.
Setelah lulus SMP aku masuk SMK, aku tinggal di pesantren dan aku satu pesantren lagi dengan si T, disini si T mengaku sebagai kakakku karena mamah menitipkanku padanya, karena aku dan dia tetanggaan. aku juga satu pesantren dengan sepupunya inisialnya A, si A ini nembak aku akhirnya aku coba-coba, aku pun menerimanya meski pun aku masih menyukai si T. setelah menjalani hubungan dengan si A, perasaanku sama si T mulai luntur.
Aku menjalani hubungan 3 bulan dengan si A, aku mutusin si A karena aku bertemu dengan seorang cowok inisialnya F aku pun menjalani hubungan dengan si F, dan jarang berkomunikasi bahkan bicara dengan si A.
Hubunganku dengan si F, menyenangkan hubungan itu bertahan sampai 2 tahun, ternyata si F ini adalah seorang playboy dia menyakiti hatiku, dia menikah dengan orang lain tanpa mutusin aku, mungkin ini karma karena aku telah mutusin si A tanpa alasan, dan ketika aku ketemuan dengan si F, si T tahu. mungkin dia memberitahukannya pada si A, karena si A adalah sepupunya. Sampai lulus SMK aku tidak ada komunikasi dengan si A. kalau kebetulan bertemu pun si A  maupun aku gak pernah saling menyapa.
Ketika hubungan dengan si F, dia sering menghilang tanpa kabar ntah kemana, nomornya tidak bisa dihubungi, karena aku kesal aku menerima seorang cowok inisialnya R, hubunganku sama dia hanya berjalan satu bulan, karena dia hanya pelarianku saja sekaligus balas dendam karena dia telah mempermainkan perasaan sahabat terbaikku.
Setelah lulus SMK aku melanjutkan kuliah di sebuah akademi, aku menjalin hubungan dengan seorang cowok inisialnya D, dia bekerja di Jogjakarta. Si D ini berbeda orangnya baik hati, dan dia serius menjalani hubungan ini aku sangat menyayanginya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar dengan bahasa yang sopan.
terimakasih.