©©Maafin aku kak, aku janji..©©
Awan hitam semakin
menebal, mungkin sebentar lagi hujan lebat akan turun. Seira tampak gelisah di
depan gerbang sekolah, sepertinya dia sedang menunggu seseorang.
Seira mengambil
handphone dari tasnya, dia mengetik SMS “cepetan jemput sei donk kak, udah mau
ujan nie.. kalau masih ada matakuliah kakak izin aja deh ama dosennya..”
wajahnya menggambarkan kejengkelan. Handphonenya bunyi ada panggilan masuk dari
dani kakaknya.
“hallo.. cepetan donk
kak, udah mau hujan tahu..!!”
“Seira sayang, adik
kakak yg manis. kamu naik kendaraan umum aja ya, kakak tidak bisa jemput
sayang..”
“what ?? aah..
pokoknya sei gak mau tahu, sei mau di jemput ama kakak. Titik..!!” seira mulai
kesal.
“sei kakak lagi
ngerjain tugas akhir, biar kakak bisa ikut sidang biar cepet lulus. Maafin kakak ya.. kamu
ngerti kan ??”
“gak tahu ah, pokoknya
sei gak akan pulang kalau bukan kakak yg jemput”
“emang berani sendirian
di sekolah ??” dani memancing seira.
“biarin aja kalo
terjadi sesuatu ama sei, kakak harus bertanggung jawab.” Seira menutup
telponnya.
Akhirnya dani
mengalah, ia menuruti kemauan seira. Karena dani tahu seira anaknya manja dan
nekad.
Seira sudah gelisah
dan jemu menunggu, sudah 2 jam dani belum juga terlihat batang hidungnya. Seira
terus mengerutu, sudah sepuluh SMS yang ia kirimkan untuk kakaknya tapi, tidak
ada satupun yang di balas.
Tiba-tiba handphonnya
berdering seira langsung menjawab panggilan masuk dari nomor dani.
“lama banget sih kak,
sei udah kedinginan hujannya deras banget.” Seira langsung menyerobot.
“maaf ini dari rumah
sakit dik, dik dani kecelakaan”
“hah.. kecelakaan ??
kakak jangan boong deh, bilang aja gak mau jemput sei.”
“ini serius dik, jika
adik tidak percaya silahkan datang ke rumah sakit kasih bunda.”
Seira tak percaya
kakaknya kecelakaan, tapi ia menjadi khawatir ini semua salahnya.
Kini ia tidak
menggubris lagi air hujan yang begitu deras, ia segera menyetop sebuah mikrolet
menuju rumah sakit.
······
Seira basah kuyup, dia
memasuki ruang ICU. Disana kakaknya terbaring, menurut dokter yang merawatnya
dani koma.
“Dokter, selain saya
apa sudah ada keluarga lain yg menjenguk ??”
“sudah dik tapi mereka
pulang dulu, mungkin sebentar lagi mereka kembali.”
“jahat banget mereka”
gerutu seira dalam hati.
Dokter tersebut
berpamitan pada seira, dia akan memeriksa pasien lain.
Seira duduk disamping
kakaknya, ia menangis menyesali keegoisannya.
“kak.. maafin sei, ini
semua salah sei yg maksa kakak buat jemput sei. Sei nyesell banget.” Seira
terisak, namun yg ditangisi tak bergeming.
“kak.. bangun donk
kak, kakak gak bloeh koma.. sei janji akan berubah, gak akan egois dan manja
lagi. Kak bangun donnkk..!!” seira menggenggam tangan kakaknya sangat kuat.
“beneran, janji nie
??” suara dani mengejutkan seira, dani bangun dan nyengir kuda.
“ikh.. kakak jahat,
kakak pura-pura ya ??” seira memukul tangan kakaknya.
“aw sakit.. maafin
kakak sei, tadi kakak emang jatuh dari motor. Tuh lihat kaki kakak lecet kan
??” dani memperlihatkan kakinya.
“tahu ah..” seira
cemberut.
“eits jangan cemberut
gitu donk, cantiknya ntar ilang.” Dani memeluk seira.
“terus kenapa musti
pura-pura koma ?? ini tuh keterlaluan.”
“karena kakak pengen
adik kakak yg manis ini berubah, menjadi dewasa dan gak keras kepala. Ini kakak
lakukan karena sayang banget sama sei, untuk kebaikan sei.”
Dokter yg pura-pura
merawat dani datang, ia tersenyum.
“dokter dibayar berapa
sih sama kak dani ??” Tanya seira menggoda.
“tidak kok dik,
kebetulan ruang ICU kosong. Ya sudah saya memperbolehkan dik dani untuk bermain
drama.” Dokter itu tertawa.
“pada jahat deh, lihat
nie sei basah kuyup gini. Hatccchiiii..”
Dani dan pak dokter
hanya tersenyum.
“duh adik kakak jadi
flu deh, nie kakak punya obatnya.” Dani memberikan cokelat pada seira dan
langsung melahapnya.
»Selesai»
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan berkomentar dengan bahasa yang sopan.
terimakasih.