Rabu, 02 April 2014

cerpenku


*Takkan terperdaya cinta gila*
Cerita ini hanya fiktif ya kawan..
Maaf jika ceritanya kurang menarik..*
Claisa adalah siswi kelas XI SMA, dia mempunyai pacar namanya Feri, merupakan pacar pertama Claisa. Claisa sangat mencintainya, Feri adalah sosok cowok yang perfect baginya, postur tubuh yang keren, kulit putih, wajah mirip orang korea. Claisa sangat bangga menjadi pacar Feri, tapi, dia sering merasa minder karena dia gak cantik, wajahnya biasa-biasa aja. Claisa tipe cewek yang hati-hati, dia tidak ingin terperdaya oleh cinta, dia tidak ingin sampai melakukan sesuatu yang terlarang hanya karena alasan cinta.
Dimata Claisa Feri adalah cowok yang baik, karena tutur kata Feri yang selalu membuat Claisa tenang, Feri juga sering bilang dia mencintai Claisa apa adanya, dia pun mengakui Claisa tidak cantik namun dia bilang Claisa cewek baik, cewek luar biasa yang sulit ditemukan. Claisa merasa tenang mendengar perkataan Feri, dia yakin Feri tidak akan menyakiti perasaannya.
                                                          ******


Awal-awal pacaran Feri tidak macam-macam ia selalu menjaga ucapan dan bersikap sopan, Claisa pun makin mencintai Feri, ia yakin Feri takkan berpaling darinya karena selama setahun ini tak ada hal apa pun yang membuat mereka bertengkar atau pun hal yang menyakitkan. Tapi, setelah hubungan mereka berjalan satu tahun Feri mulai meminta hal yang tak senonoh pada Claisa.
Claisa merasa resah dengan permintaan Feri, jika dia menurutinya itu sama saja merusak dirinya sendiri dan menghancurkan masa depannya. Tapi, jika dia tidak mengindahkan keinginan Feri ia takut diputusin.
                                                          ******
Malam minggu ini Feri ngajak Claisa jalan, tentu Claisa tidak menolaknya. Mereka pergi ke taman. Malam ini adalah malam yang romantis bagi Claisa, mereka bercanda, melihat bintang dilangit dan yang membuat Claisa tenang karena Feri tidak menyinggung perkataannya pekan lalu. Claisa melirik jam tangannya, menunjukkan jam 23:05, Claisa mengajak Feri pulang dia takut mamahnya khawatir karena tlah melanggar jam pulang. Feri menyetujuinya, mereka beranjak dari taman. Perjalanan terasa beda bagi Claisa.
“Fer, inikan bukan jalan menuju rumah aku..”
“nanti juga tetep nyampe rumah kamu Laisa, aku Cuma ingin menikmati perjalanan ini berdua sama kamu, sengaja aku ngambil arah memutar.”
Claisa tenang mendengar ucapan Feri. Setelah berjalan satu jam motor Feri tiba-tiba berhernti, dia bilang motornya mogok.
“Fer, ko bisa mogok ?? jalan ini kurang cahaya, sepi banget. Bengkel kayaknya jauh deh.”
“Laisa, kamu tenang ya..”
“kamu priksa donk, motornya kenapa..”
“aku gak ngerti soal mesin..”
“apalagi aku..”
Jam di tangan Claisa menunjukan jam 01:00, mereka udah satu jam berdiri disana, Feri mencoba mengutak-atik mesin motornya.
“Laisa kayaknya disitu ada bangunan deh, mungkin itu tempat bikin genteng.” Feri menunjuk sebuah bangunan yang tak berdinding.
“terus ??”
“kita kesana, siapa tahu ada sesuatu yang bisa dibakar, kita bikin api unggun disana. Kamu pasti kedinginan kan ??”
“ia, tapi aku takut..”
“aku akan menjaga kamu, selama ada aku kamu gak perlu takut.”
Claisa sangat senang mendengar Feri yang begitu perhatian sama dia.
Keduanya menuju bangunan tersebut, Feri mendorong motornya. Disana ada kayu bakar meski sedikit tapi lumayan buat penerangan, Feri membuat api unggun baru sekitar 5 menit api itu sudah berubah menjadi bara.
“ya.. tinggal baranya aja. coba kalo tadi kamu gak mengambil arah yang berbeda, kita pasti gak bakal ngalamin hal gini.” Claisa merasa kecewa.
“tapi, ini romantis kan ??”
“apanya, yang ada tuh dingin tahu..”
“Laisa, boleh gak kita pelukkan, biar kita gak kedinginan..”
“emh.. aku bisa tahan dingin ko, kalo kamu gak kuat nie pake jaket aku.” Claisa membuka jaketnya.
“Laisa, kita hanya pelukkan doank ko, sekali ini aja.. kita kan belum pernah melakukannya.”
Claisa bingung, dia hanya pasrah ketika Feri memeluknya.
“laisa, kamu cinta kan sama aku ??” bisik Feri ditelinga Claisa.
“a..aku sangat mencintai kamu..” Claisa tergagap, dia tidak tahu apa yang dirasakannya.
“maukah kamu membuktikan cintamu ?”
“maksud kamu Fer ??” Claisa melepaskan pelukkan Feri.
“jika kamu emang mencintaiku, kamu harus mau melakukan yang aku minta pekan lalu..”
“gak Fer, aku gak mau.. aku memang cinta sama kamu tapi, aku gak akan lakuin hal bodoh kayak gitu.”
“heii.. kamu takut aku gak bertanggung jawab ?? kamu tenang Laisa, aku akan tetap menjadi pacar kamu.” Feri mencoba meluluhkan hati Claisa.
“stop..!! aku gak mau merusak masa depanku sendiri, aku gak mau membuat aib untuk keluargaku.. ayah ibuku yang merawatku sampai saat ini. Aku gak mau merusak hidupku juga hidup mereka”. Claisa menangis.
“Laisa, setelah kamu lulus aku bakal nikahin kamu, percaya sama aku.”
“jodoh itu rahasia tuhan, belum tentu kita berjodoh. Jika memang kamu ingin nikahin aku, kenapa kamu gak mau nunggu ? toh semua juga ada waktunya. Masa depanku masih panjang Feri..”
“Laisa, kamu tuh harusnya senang, bangga ada cowok tampan yang mau sama cewek jelek kayak kamu.”
“ya.. kamu emang tampan, aku jelek. Aku bahagia punya pacar  kamu, aku bangga. Tapi, sekarang semua itu hilang. Aku emang jelek haruskah tingkah laku jelek juga, biar pun aku gak cantik tapi, aku mau menjaga hati aku, menjaga prilaku agar tidak ikut jelek seperti rupaku.”
“emang kamu gak nyesel.. menolak itu artinya kita putus.”
“ok, aku sangat berterima kasih karena kamu mengatakannya.. hati yang baik akan menemukan hati yang baik pula. Bukan karena rupanya.” Claisa berlari meninggalkan Feri.
“kamu mau kemana ?? memangnya kamu berani pulang sendiri ??”
“aku udah ngasih tahu kakakku supaya dia jemput aku, sekarang dia menuju kesini. Aku gak mau berlama-lama sama cowok rupawan namun hatinya menakutkan..!! bye handsome..!!” Jawab Claisa sambil terus berlari.
Terlihat oleh Feri ada motor berhenti di depan Claisa, lalu mereka berlalu.
“baru kali ini ada cewek rela diputusin sama aku, cewek jelek lagi..” gumam Feri.
                                                          ******

Sampai di rumah Claisa disuguhi pertanyaan dari mamah dan papahnya, Claisa minta maaf dan menjelaskan semuanya, akhirnya orang tuanya mengerti dan mereka menasehati Claisa.
“Laisa akan lebih hati-hati dalam berteman dengan cowok mah, pah..”
“sama kakak juga donk..” kakaknya menimpali.
“kakak.. gak donk kakak kan hero.. makasih ya..”
“ok, princess bandel..”
“ah kakakku kalo bicara gak dipikir dulu, orang jelek kaya aku dipanggil princess ngehina bangett..” gumam Claisa dalam hati.

                                       #THANK for READING#

Karya : Wanda Dewi Agustina
2014/3/28

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar dengan bahasa yang sopan.
terimakasih.