*Takkan terperdaya cinta gila*
Cerita ini hanya fiktif ya kawan..
Maaf jika ceritanya kurang menarik..*
Claisa adalah
siswi kelas XI SMA, dia mempunyai pacar namanya Feri, merupakan pacar pertama Claisa.
Claisa sangat mencintainya, Feri adalah sosok cowok yang perfect baginya,
postur tubuh yang keren, kulit putih, wajah mirip orang korea. Claisa sangat
bangga menjadi pacar Feri, tapi, dia sering merasa minder karena dia gak cantik,
wajahnya biasa-biasa aja. Claisa tipe cewek yang hati-hati, dia tidak ingin
terperdaya oleh cinta, dia tidak ingin sampai melakukan sesuatu yang terlarang
hanya karena alasan cinta.
Dimata Claisa
Feri adalah cowok yang baik, karena tutur kata Feri yang selalu membuat Claisa
tenang, Feri juga sering bilang dia mencintai Claisa apa adanya, dia pun
mengakui Claisa tidak cantik namun dia bilang Claisa cewek baik, cewek luar
biasa yang sulit ditemukan. Claisa merasa tenang mendengar perkataan Feri, dia
yakin Feri tidak akan menyakiti perasaannya.
******
Awal-awal
pacaran Feri tidak macam-macam ia selalu menjaga ucapan dan bersikap sopan, Claisa
pun makin mencintai Feri, ia yakin Feri takkan berpaling darinya karena selama
setahun ini tak ada hal apa pun yang membuat mereka bertengkar atau pun hal
yang menyakitkan. Tapi, setelah hubungan mereka berjalan satu tahun Feri mulai
meminta hal yang tak senonoh pada Claisa.
Claisa merasa
resah dengan permintaan Feri, jika dia menurutinya itu sama saja merusak
dirinya sendiri dan menghancurkan masa depannya. Tapi, jika dia tidak
mengindahkan keinginan Feri ia takut diputusin.
******
Malam minggu
ini Feri ngajak Claisa jalan, tentu Claisa tidak menolaknya. Mereka pergi ke
taman. Malam ini adalah malam yang romantis bagi Claisa, mereka bercanda,
melihat bintang dilangit dan yang membuat Claisa tenang karena Feri tidak
menyinggung perkataannya pekan lalu. Claisa melirik jam tangannya, menunjukkan
jam 23:05, Claisa mengajak Feri pulang dia takut mamahnya khawatir karena tlah
melanggar jam pulang. Feri menyetujuinya, mereka beranjak dari taman.
Perjalanan terasa beda bagi Claisa.
“Fer, inikan
bukan jalan menuju rumah aku..”
“nanti juga
tetep nyampe rumah kamu Laisa, aku Cuma ingin menikmati perjalanan ini berdua
sama kamu, sengaja aku ngambil arah memutar.”
Claisa tenang
mendengar ucapan Feri. Setelah berjalan satu jam motor Feri tiba-tiba
berhernti, dia bilang motornya mogok.
“Fer, ko bisa
mogok ?? jalan ini kurang cahaya, sepi banget. Bengkel kayaknya jauh deh.”
“Laisa, kamu
tenang ya..”
“kamu priksa donk,
motornya kenapa..”
“aku gak ngerti
soal mesin..”
“apalagi aku..”
Jam di tangan
Claisa menunjukan jam 01:00, mereka udah satu jam berdiri disana, Feri mencoba
mengutak-atik mesin motornya.
“Laisa kayaknya
disitu ada bangunan deh, mungkin itu tempat bikin genteng.” Feri menunjuk
sebuah bangunan yang tak berdinding.
“terus ??”
“kita kesana,
siapa tahu ada sesuatu yang bisa dibakar, kita bikin api unggun disana. Kamu
pasti kedinginan kan ??”
“ia, tapi aku
takut..”
“aku akan
menjaga kamu, selama ada aku kamu gak perlu takut.”
Claisa sangat
senang mendengar Feri yang begitu perhatian sama dia.
Keduanya menuju
bangunan tersebut, Feri mendorong motornya. Disana ada kayu bakar meski sedikit
tapi lumayan buat penerangan, Feri membuat api unggun baru sekitar 5 menit api
itu sudah berubah menjadi bara.
“ya.. tinggal
baranya aja. coba kalo tadi kamu gak mengambil arah yang berbeda, kita pasti
gak bakal ngalamin hal gini.” Claisa merasa kecewa.
“tapi, ini
romantis kan ??”
“apanya, yang
ada tuh dingin tahu..”
“Laisa, boleh
gak kita pelukkan, biar kita gak kedinginan..”
“emh.. aku bisa
tahan dingin ko, kalo kamu gak kuat nie pake jaket aku.” Claisa membuka
jaketnya.
“Laisa, kita
hanya pelukkan doank ko, sekali ini aja.. kita kan belum pernah melakukannya.”
Claisa bingung,
dia hanya pasrah ketika Feri memeluknya.
“laisa, kamu
cinta kan sama aku ??” bisik Feri ditelinga Claisa.
“a..aku sangat
mencintai kamu..” Claisa tergagap, dia tidak tahu apa yang dirasakannya.
“maukah kamu
membuktikan cintamu ?”
“maksud kamu
Fer ??” Claisa melepaskan pelukkan Feri.
“jika kamu
emang mencintaiku, kamu harus mau melakukan yang aku minta pekan lalu..”
“gak Fer, aku
gak mau.. aku memang cinta sama kamu tapi, aku gak akan lakuin hal bodoh kayak
gitu.”
“heii.. kamu
takut aku gak bertanggung jawab ?? kamu tenang Laisa, aku akan tetap menjadi
pacar kamu.” Feri mencoba meluluhkan hati Claisa.
“stop..!! aku
gak mau merusak masa depanku sendiri, aku gak mau membuat aib untuk
keluargaku.. ayah ibuku yang merawatku sampai saat ini. Aku gak mau merusak
hidupku juga hidup mereka”. Claisa menangis.
“Laisa, setelah
kamu lulus aku bakal nikahin kamu, percaya sama aku.”
“jodoh itu
rahasia tuhan, belum tentu kita berjodoh. Jika memang kamu ingin nikahin aku,
kenapa kamu gak mau nunggu ? toh semua juga ada waktunya. Masa depanku masih
panjang Feri..”
“Laisa, kamu
tuh harusnya senang, bangga ada cowok tampan yang mau sama cewek jelek kayak
kamu.”
“ya.. kamu
emang tampan, aku jelek. Aku bahagia punya pacar kamu, aku bangga. Tapi, sekarang semua itu
hilang. Aku emang jelek haruskah tingkah laku jelek juga, biar pun aku gak
cantik tapi, aku mau menjaga hati aku, menjaga prilaku agar tidak ikut jelek
seperti rupaku.”
“emang kamu gak
nyesel.. menolak itu artinya kita putus.”
“ok, aku sangat
berterima kasih karena kamu mengatakannya.. hati yang baik akan menemukan hati
yang baik pula. Bukan karena rupanya.” Claisa berlari meninggalkan Feri.
“kamu mau
kemana ?? memangnya kamu berani pulang sendiri ??”
“aku udah
ngasih tahu kakakku supaya dia jemput aku, sekarang dia menuju kesini. Aku gak
mau berlama-lama sama cowok rupawan namun hatinya menakutkan..!! bye
handsome..!!” Jawab Claisa sambil terus berlari.
Terlihat oleh
Feri ada motor berhenti di depan Claisa, lalu mereka berlalu.
“baru kali ini
ada cewek rela diputusin sama aku, cewek jelek lagi..” gumam Feri.
******
Sampai di rumah
Claisa disuguhi pertanyaan dari mamah dan papahnya, Claisa minta maaf dan
menjelaskan semuanya, akhirnya orang tuanya mengerti dan mereka menasehati
Claisa.
“Laisa akan
lebih hati-hati dalam berteman dengan cowok mah, pah..”
“sama kakak
juga donk..” kakaknya menimpali.
“kakak.. gak
donk kakak kan hero.. makasih ya..”
“ok, princess
bandel..”
“ah kakakku
kalo bicara gak dipikir dulu, orang jelek kaya aku dipanggil princess ngehina
bangett..” gumam
Claisa dalam hati.
#THANK
for READING#
Karya : Wanda Dewi Agustina
Email : dewiagustinawanda@gmail.com
2014/3/28
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan berkomentar dengan bahasa yang sopan.
terimakasih.